About Us

PERSATUAN RADIO SIARAN SWASTA NASIONAL INDONESIA

PRSSNI atau Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia adalah organisasi radio siaran swasta yang eksis dan berizin yang terbesar di Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Erick Thohir yang terpilih secara aklamsi sebagai Ketua Umum PRSSNI Pusat periode 2019-2023 dalam Munas XV PRSSNI di Jakarta, ada 4 gagasan utama yang ingin dicapai PRSSNI:

- Pertama, meningkatkan daya saing industri radio
- Kedua meningkatkan radio advertising expenditure (Radex)
- Ketiga standarisasi pengelolaan radio
- Keempat sinergi pemerintah untuk regulasi yang mendukung kemajuan industri

icon
Tahun 1942

Di zaman Penjajahan Belanda

Radio siaran swasta yang dikelola warga asing menyiarkan program untuk kepentingan dagang. Sedangkan Radio siaran swasta yang dikelola pribumi menyiarkan program untuk memajukan kesenian dan kebudayaan; di samping kepentingan pergerakan semangat kebangsaan.

Ketika pendudukan Jepang tahun 1942, semua stasiun Radio siaran dikuasai oleh pemerintah.

icon
Tahun 1945

Setelah Jepang Menyerah

Kepada Sekutu 14 Agustus 1945 para pejuang menguasai Radio Siaran sehingga dapat mengumandangkan Teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ke seluruh dunia.

icon
Tahun 1966

Sejak Proklamasi Kemerdekaan

Selanjutnya sampai akhir masa pemerintahan Orde Lama tahun 1965, Radio Siaran hanya diselenggarakan oleh Pemerintah, dalam hal ini Radio Republik Indonesia atau RRI.

Secara defacto, Radio siaran swasta nasional Indonesia tumbuh sebagai perkembangan profesionalisme “radio amatir” yang dimotori kaum muda di awal Orde baru tahun 1966.

icon
Tahun 1974

Atas prakarsa tokoh-tokoh

Persatuan Radio Siaran Jakarta didukung tokoh-tokoh asosiasi atau tokoh Radio siaran swasta berbagai daerah, digagas, dipersiapkan sampai berhasil diselenggarakan Kongres pertama Radio Siaran Swasta se-Indonesia.

Melahirkan organisasi “Persatuan Radio Siaran Swasta Niaga Indonesia” disingkat PRSSNI di Balai Sidang Senayan Jakarta pada tanggal 16-17 Desember 1974 yang dihadiri 227 orang peserta mewakili 173 stasiun radio siaran swasta dari 34 kota di 12 provinsi saat itu.

icon
Tahun 1983

Pada Munas ke IV PRSSNI

Di Bandung tahun 1983, kata “Niaga” diganti “Nasional” sehingga menjadi PERSATUAN RADIO SIARAN SWASTA NASIONAL INDONESIA tetap disingkat PRSSNI. Layaknya sebuah organisasi, PRSSNI memiliki Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Kode Etik/Standar Profesional Penyelenggaraan Radio Siaran, serta Program Umum.

Memiliki perangkat organisasi, sistem dan mekanisme organisasi, yang pada setiap periode persidangan Munas tiga-tahunan diperbaharui, diselaraskan dengan kebutuhan.

icon
Tahun 2019

Musyawarah Nasional ke XV

Di gelar di Jakarta tanggal 29 & 30 April, PRSSNI memiliki 666 Anggota yang tergabung dalam 28 Pengurus Daerah tersebar di seluruh Indonesia. Di antaranya adalah Pengurus Daerah DKI Jakarta yang memiliki 39 Radio Anggota.

Pada Musyawarah Nasional ke XV ini pula terpilih bapak Erick Thohir sebagai Ketua Umum PRSSNI masa bakti 2019 – 2023

PENGURUS PRSSNI PUSAT

Aku & Radio